Thursday, 14 March 2013

make mystery be a new history

Sudah tiba masanya untuk aku membuka lembaran baru. Hakikatnya bukanlah mudah. Itulah sebenarnya yang dinamakan mujahadah.


Inilah buku motivasi pertama aku bawa ke jordan dan al-quran bersama 'memorinya'. Selebihnya buku-buku versi melayu yang lain di post  kemudian hari. Aku meletakan buku ini di mana ia selamat dari dipinjam orang. Mungkin selepas ini, buku ini akan ku simpan rapi bersama memorinya di tempat yang tak lagi aku temui. Hanya inti buku tersebut aku sematkan sebagai panduan menuju Ilahi.

 "Andai dia setia, dia tetap akan setia.
Andai dia curang, bersyukurlah." Ustaz Mohamad Ridhauddin"

Patah tumbuh, hilang  berganti,
Segalanya telah berlabuh, perginya tak kembali.
Apa yang tersuluh, hanya iman dalam diri,
Insha Allah, hidup kerana Ilahi!

~kembara menuju Ilahi

said master Oogway,  

" Quit, don't quit. Noodles, don't noodles You are too concerned about what was and what will be. There is a saying: yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present." 


Now, it's time to creat a new history. More colourfull and more meaningfull. Ameen ya Rabb ~

Insha Allah....


Saturday, 23 February 2013

cik cuba mak..

"hang dok hapai quran lagi dak? kalau agak tak kena hapai pun hang baca lah quran selalu", pesan mak dihujung talian sebentar tadi. Agak lama aku tak menghubungi ibu dan ayah di kampung, hampir seminggu lebih.

harapan seorang mak menggunung agar anaknya yang sorang ni 'menjadi'. Maklum sajalah. Anak bongsu katakan..

Tambahan pula, pondok yang Tok Lang tinggalkan diharapkan supaya saya dan Pak Ngah (anak toklang) dapat diteruskan. Pak Ngah yang sedang menuntut di Azhar sekarang ni.



Apa yang adik mampu katakan, adik usaha untuk ke arah itu. Kitab-kitabnya sudah adik belikan untuk dihadam...

Mak saya gemar saya kuasai ilmu tafsir quran. saya mesti usahakan!

Rindu pada Tok Lang ( TG HJ ABD RAHMAN) 

beliau adalah sebaris dengan Ulama' Turath. Teman sepengajian Tuan Guru Haji Salleh Sik. Mak pernah bercerita bahawa suatu masa dahulu Tok Lang adalah orang yang sangat bijak mengaji. Sering juga Baba Salleh Sik menelefon Tok Lang bagi merujuk beberapa masalah hukum.

Ulama'-Ulama' Turath


kitab-kitab adik untuk sem pertama di sini.


ini kitab yang adik susun atas meja study adik yang sering adik gunakan..

meja study jepun adik. laptop, kitab-kitab dan yang putih tergantung tu adalah lampu study yang direka khas tanpa sebarang kos yng tinggi. digunakan untuk study lewat malam ketika teman sebilik sudah tidur dan seumpamanya.

rujukan tambahan adik di laptop

mohon saudara-saudara supaya mendoakan saya di sini. maaf jika tidak berkesempatan untuk update selalu blog ni.





Sunday, 17 February 2013

minta maaf..

timbul rasa bersalah kerana sudah lama tidak update blog ni. bukan hendak mencari alasan, cuma kurang kesempatan. Asal nak buka laptop ja, ada orang minta buat kerja. Asal nak buat kerja ja ada orang yang minta tolong. kalau sempat pun, nak update status di fb.

saya tertarik dengan satu padangan sahabat saya terhadap sasterawan negara, Dato' A.Samad Said. kata beliau. "kalau anta lihat kenapa Dato' A.Samad Said tu tak banyak menulis?", soalnya.

"sebab apa?", soalan di balas dengan soalan jugak. manalah aku tahu.

"sebabnya dia terlalu banyak membaca dan sering membaca. semua itu kerana minat dan cinta kepada ilmu".

beberapa penulisan aku juga tergantung tak sempat nak dihabiskan. kitab-kitab yang dipasarkan di Jordan pun hanya tinggal separuh jalan. tak tahu lah bila dapat dihabiskan.

hakikatnya aku tak perlu pun nak cari alasan pun. Di luar sana tu ramai ja yang minat membaca, menulis dan bermacam lagi namun masih ada kesempatan juga untuk menulis. Hanya satu perkara sahaja yang membezakan antara saya dan mereka. iaitu "pengurusan".

Pengurusan juga mampu menjadi bahan 'bacaan' untuk kehidupan dan jadual seharian. Itu pun aku harus masukkan dalam senarai 'buku pengurusan' yang patot aku baca!




Monday, 11 February 2013

Memahami Liberalisme

Memahami Liberalisme




Oleh: Syamsuddin Arif, Ph.D
Tiga hal mencakup paham liberalisme. Pertama kebebasan berfikir, pandangan skeptik dan agnostik. Terakhir manifestasi nifaq. Tidak mau disebut kafir jika sudah tidak committed pada agamanya
 
 Menyusul terbitnya fatwa MUI belum lama ini, terdengar suara-suara sumbang yang mempersoalkan definisi liberalisme. Istilah ‘liberalisme' berasal dari bahasa Latin, liber, yang artinya ‘bebas' atau ‘merdeka'. Hingga penghujung abad ke-18 Masehi, istilah ini terkait erat dengan konsep manusia merdeka, bisa semenjak lahir ataupun setelah dibebaskan, yakni mantan budak (freedman).
Dari sinilah muncul istilah ‘liberal arts' yang berarti ilmu yang berguna bagi dan sepatutnya dimiliki oleh setiap orang merdeka, yaitu arithmetik, geometri, astronomi dan musik (quadrivium) serta grammatika, logika dan rhetorika (trivium).
Di zaman Pencerahan, kaum intelektual dan politisi Eropa menggunakan istilah liberal untuk membedakan diri mereka dari kelompok lain.
Sebagai adjektif, kata ‘liberal' dipakai untuk menunjuk sikap anti feodal, anti kemapanan, rasional, bebas merdeka (independent), berpikiran luas lagi terbuka (open-minded) dan, oleh karena itu, hebat (magnanimous).
Dalam politik, liberalisme dimaknai sebagai sistem dan kecenderungan yang berlawanan dengan dan menentang ‘mati-matian' sentralisasi dan absolutisme kekuasaan. Munculnya republik-republik menggantikan kerajaan-kerajaan konon tidak terlepas dari liberalisme ini.
Sementara di bidang ekonomi, liberalisme merujuk pada sistem pasar bebas dimana intervensi pemerintah dalam perekonomian dibatasi -jika tidak dibolehkan sama sekali. Dalam hal ini dan pada batasan tertentu, liberalisme identik dengan kapitalisme.
Di wilayah sosial, liberalisme berarti emansipasi wanita, penyetaraan gender, pupusnya kontrol sosial terhadap individu dan runtuhnya nilai-nilai kekeluargaan.
Biarkan wanita menentukan nasibnya sendiri, sebab tak seorang pun kini berhak dan boleh memaksa ataupun melarangnya untuk melakukan sesuatu.
Sedangkan dalam urusan agama, liberalisme berarti kebebasan menganut, meyakini, dan mengamalkan apa saja, sesuai kecenderungan, kehendak dan selera masing-masing. Bahkan lebih jauh dari itu, liberalisme mereduksi agama menjadi urusan privat.
Artinya, konsep amar ma'ruf maupun nahi munkar bukan saja dinilai tidak relevan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat liberalisme. Asal tidak merugikan pihak lain, orang yang berzina tidak boleh dihukum, apalagi jika dilakukan atas dasar suka sama suka, menurut prinsip ini. Karena menggusur peran agama dan otoritas wahyu dari wilayah politik, ekonomi, maupun sosial, maka tidak salah jika liberalisme dipadankan dengan sekularisme.
Pakar sejarah Barat biasanya menunjuk motto Revolusi Perancis 1789 -kebebasan, kesetaraan, persaudaraan (liberté, égalité, fraternité) sebagai piagam agung (magna charta) liberalisme modern.
Sebagaimana diungkapkan oleh H. Gruber, prinsip liberalisme yang paling mendasar ialah pernyataan bahwa tunduk kepada otoritas -apapun namanya- adalah bertentangan dengan hak asasi, kebebasan dan harga diri manusia -yakni otoritas yang akarnya, aturannya, ukurannya, dan ketetapannya ada di luar dirinya (it is contrary to the natural, innate, and inalienable right and liberty and dignity of man, to subject himself to an authority, the root, rule, measure, and sanction of which is not in himself).
Di sini kita mencium bau sophisme dan relativisme ala falsafah Protagoras yang mengajarkan bahwa "manusia adalah ukuran dari segalanya" - sebuah doktrin yang kemudian dirayakan oleh para penganut nihilisme semacam Nietzsche.
Sebagai anak kandung Humanisme dan Reformasi abad ke-15 dan 16, liberalisme dikembangkan oleh para pemikir dan cendekiawan di Inggris (Locke dan Hume), di Perancis (Rousseau dan Diderot) dan di Jerman (Lessing dan Kant).
Gagasan ini banyak diminati oleh elit terpelajar dan bangsawan yang menyukai kebebasan berpikir tanpa batas. Sebagaimana dinyatakan oleh Germaine de Staël dalam karyanya, Considérations sur les principaux événements de la Révolution française (1818), kaum liberal menuntut kebebasan individu yang seluas-luasnya, menolak klaim pemegang otoritas Tuhan, dan menuntut penghapusan hak-hak istimewa gereja maupun raja.
Pada awalnya, liberalisme berkembang di kalangan Protestant saja. Namun belakangan wabah liberalisme menyebar di kalangan Katholik juga. Tokoh-tokoh Kristen liberal semacam Benjamin Constant antara lain menginginkan agar pola hubungan antara institusi Gereja, pemerintah, dan masyarakat ditinjau ulang dan diatur lagi.
Mereka juga menuntut reformasi terhadap doktrin-doktrin dan disiplin yang dibuat oleh pihak Gereja Katholik di Roma, agar ‘disesuaikan' dengan semangat zaman yang sedang dan terus berubah, agar sejalan dengan prinsip-prinsip liberal dan tidak bertentangan dengan sains yang meskipun anti-Tuhan namun dianggap benar.
Secara umum, yang dikehendaki ialah kebebasan bagi siapa saja untuk menafsirkan ajaran agama dan kitab sucinya, ketidak-terikatan dengan aturan-aturan maupun keputusan-keputusan yang dikeluarkan pihak Gereja, pengakuan otoritas pemerintah vis-à-vis otoritas Gereja, dan penghapusan sistem kependetaan (clericalism). Inilah yang kemudian dikecam oleh Paus Pius ke-9, Leo ke-13 dan Pius ke-10.
Kecenderungan-kecenderungan seperti ini mereka sebut "modernisme" (Lihat: Jean Reville, Liberal Christianity (London, 1903); Georges Weill, Histoire de Catholicisme libéral en France, 1828-1908 (Paris, 1909); dan Orestes A. Brownson, Conversations on Liberalism and the Church (New York, 1869).
Di dunia Islam virus liberalisme juga berhasil masuk ke kalangan cendekiawan yang konon dianggap sebagai "pembaharu" (mujaddid). Mereka yang menjadi liberal antara lain: Rifa‘ah at-Tahtawi (1801-1873 M), Qasim Amin (1863-1908 M) dan Ali Abdur Raziq (1888-1966 M) dari Mesir, Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M) dari India, Muhammad Iqbal (1877-1938 M).
Di abad keduapuluh muncul pemikir-pemikir yang juga tidak kalah liberal seperti Fazlur Rahman, Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Mohammed Shahrour dan pengikut-pengikutnya di Indonesia (Lihat: Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age, London, 1962; Leonard Binder, Islamic Liberalism, Chicago, 1988; dan Charles Kurzman, Liberal Islam, New York, 1998; dan Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Jakarta, 1999).
Pemikiran dan pesan-pesan yang dijual para tokoh liberal itu sebenarnya kurang lebih sama saja. Ajaran Islam harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, al-Qur'an dan Hadits mesti dikritisi dan ditafsirkan ulang menggunakan pendekatan historis, hermeneutis dan sebagainya, perlu dilakukan modernisasi dan sekularisasi dalam kehidupan beragama dan bernegara, tunduk pada aturan pergaulan internasional berlandaskan hak asasi manusia, pluralisme dan lain lain-lain.
Pendek kata, meminjam ungkapan Binder, liberalism treats religion as opinion and, therefore tolerates diversity in precisely those realms that traditional belief insists upon without equivocation. Maka wajarlah jika kemudian ia menilai bahwa Islam and liberalism appear to be in contradiction (hlm.2)
Dari uraian ringkas di atas dapat kita simpulkan bahwa paham liberalisme mencakup tiga hal: (1) free thinking; (2) sophisme; dan (3) loose adherence to and free exercise of religion.
Yang pertama berarti kebebasan memikirkan apa saja dan siapa saja. "Berpikir kok dilarang," ujar mereka. Yang kedua biasanya lebih dikenal dengan istilah ‘sūfasthā'iyyah', yakni pandangan-pandangan skeptik, agnostik, dan relativistik.
Sementara yang disebut terakhir tidak lain dan tidak bukan adalah manifestasi nifaq, dimana seseorang tidak mau dikatakan kafir walaupun dirinya sudah tidak committed lagi pada ajaran agama.
*) Penulis adalah peneliti INSISTS di Frankfurt am Main, Jerman.

Thursday, 24 January 2013

kuasa cinta


Perasaan ini sangat kuat. Perasaan ni sudah lama terpendam dalam taman hati. Hati pula terus bermain dengan biola-biola perasaan. Debarannya bak lagakan ombak. Kencang hentamannya menerjah sehingga ke sukma cinta. Sungguh dia benar-benar telah mengusik hatiku.

Oh, rinduku padanya bukan kepalang. Bahkan Aku juga sering membayang akan dirinya.

"apa yang sedang dikerjakannya ye? Dia sihat ke tidak?"

Soalan yang paling penting, "adakah dia juga mencintaiku? Atau aku hanya bertepuk sebelah tangan?".

Oh, Tuhan.
Perasaan apakah ini. Inikh cinta? Inikah rindu? Ku pernah katakan pada ibu akan seseorang yang sangat ku cintai. Ibuku hanya diam tersenyum.

Kata ibu, "anakku, mahukah ibu khabarkan cinta?".

"Nak, nak, adik nak tahu. Apa itu cinta bu ?"

"cinta itu adalah kuasa yang sangat luar biasa andai tepat siapa, bagaimana dan mengapa kita bercinta dengannya?". Terlopong ku mendengar falsafah cinta ibu.

"benar anakku. Cinta itu sangat hebat. Kerana cinta jiwa pun sanggup dikorbankan. Kerana sesuatu yang sangat kita sayang"

"Kerana cinta sering membuat kita terkenang-kenang akan si dia. Saling merindui dalam alam realiti, bahkan sampai terbawa-bawa ke dalam mimpi. Apa yang dia suka, itu jugalah yang akan kita suka miskipun sebelumnya tidak."

"cinta itu mengubah derita menjadi gembira, mengubah samudera menjadi bahagia, mengubah siang menjadi malam." ulas ibu.


"Hebatnya cinta, kan ibu?".

"benar anakku."

"err, kalau macam tu kan ibu. Cinta man dah hebat lah kan sebabnya Man selalu merindui dia, kadang sampai termimpi-mimpi." soal hazman. ibu diam tanpa bicara.

Tak semena-mena ibu bertanyakan satu soalan padaku. "mahukah ibu khabarkan cinta yang lebih hebat?"

Hah? Ada lagi cinta yang lebih hebat. Terkejut rasanya.

"ya anakku. Mencintai sesuatu yang kita tak nampak, tak dapat disentuh, dan tidak pernah kita jumpa. suatu kuasa cinta yang merentasi masa dan zaman. Kita hanya dapat merasainya dengan hati". Kata ibu.

"cinta apa sampai macam tu sekali. Mustahil lah bu. Ada ke cinta sampai macam tu sekali?"

"ada. Itulah mencintai Allah dan Rasul. Cinta itu sangat berkait rapat dengan iman. Cinta itu tak sama mencintai orang biasa dengan mencintai dengan insan yang luar biasa. Mencintai sesuatu yang kita tak pernah jumpa dan lihat."

"Jika ibu katakan ibu ada seorang kawan yang lobang hidungnya ada tiga, Man percaya tak?" tambah ibu.

"macam pelik ja bu. Man tak cayalah. Mana ada lobang hidung sampai tiga. Dua ada lah."

"kalau ibu cakap ada jugak macam mana?". ibu menambah provokasi.

"cuba tunjukkan pada Man dulu, baru Man caya. kalau tak Man tak caya."

"haha...ibu gurau sahaja." tawa ibu.

"macam tu lah jugak dengan cinta kita pada Allah dan RasulNya. Mencintai sesuatu yang tidak ada. Logik akal mustahil. Oleh sebab itu, ia sangat rapat berkait dengan iman."

Syukurlah ibu tak terus herdik, marah dengan 'soalan-soalan remaja'. Ibu sangat memahami. Ibu tak terus menghalang cinta tapi diberinya jalan, dipimpin tangan membawa cinta itu ke kondisi yang fitrah yang sebenar."

:: SALAM MAULID RASUL :: ^^

cerita-cerita cinta, bagaimana mahu ditegur?


"jangan risau anta, kita ni orang jordan sahamnya tinggi. kalau kita kita balik Malaysia ramai yang tunggu kita. cakap ja jenis mana yang kita nak. petik cari macam ni ja.. " sambil memetik jarinya. melontar saham senyumannya dengan bergaya.

saya yang baru usai makan malam dengan teman rumah, diziarahi oleh teman-teman yang yang lain. walaupun rumah kami macam setinggan, namun boleh kata hampir setiap hari rumah kami diziarahi oleh rakan sepengajian di sini, bilik kecil saya yang tak seberapa itulah sering menjadi tempat tumpuan teman-teman yang lain.

bicara Hammad (bukan nama sebenar) membuatkan saya terfikir sejenak. 'apakah itu hujah kita datang ke sini? datang jauh-jauh dari Malaysia hanya untuk mencari saham?'. kalau itulah hajat dan niatnya, sia-sia sahaja datang ke sini. mencari dunia.

sabda hadis Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم

setiap perbuatan itu dimulai dengan. setiap urusan itu atas apa yang di niatkan. barang siapa yang niatnya berhijrah kerana Allah dan RasulNya, maka dia akan memperoleh Allah dan RasulNya. Barang siapa yang berhijrah kerana wanita maka dia akan memperoleh wanita."

sama ada kita sedar atupun tidak, hati manusia ni mudah sangat berbolak balik.
dalam hal ini kata Ulama' sunat kita mengamal doa,

اللهم يا مقلب القلوب، ثبت قلوبنا على دينك و على طاعتك

Wahai Tuhan yang Maha Membolak Balikkan hati manusia,tetapkanlah hati kami di atas agamaMu dan dalam mentaatiMu.

seringkali dalam usrah, saya diperingatkan oleh naqib-naqib saya supaya sentiasa memperbaharui niat. walau dalam apa jua situasi sekali pun.


sangat-sangat ditekankan. kerana apa? kerana niat itulah yang akan memacu tujuan hidup kita. membezakan yang mana ibadat dan yang mana adat , sama ada menjadi ritual atau spiritual. sebab itu, niat itu sangat penting.

satu analogi yang saya bawakan untuk kita melihat dengan lebih jelas perana niat dalam memacu tujuan hidup.

tanggungjawab seorang pilot adalah membawa kapal terbang. sebelum memandu kapal terbang, dia perlu menentukan darjah dan kordinat yang tepat untuk sampai di tempat tujuan.

seorang pilot tidak boleh salah walaupun hanya satu darjah. sekiranya seorang pilot itu tersalah kordinat satu darjah sahaja, kapal terbang itu tidak akan sampai di tempat tujuan kerana setiap 100 meter jaraknya akan berubah 10cm.

kalau dalam memandu kapal terbang pun kita tak boleh silap walaupun satu darjah, apatah lagi dalam memandu sebuah kehidupan.

sebab itu kalau kita merasakan niat kita sudah lari atupun berubah. cepat-cepat kita perbahrui semula 'kordinat' niat kita supaya matlamat hidup kita tercapai.

kita datang ke hamparan Syam ini adalah mencari ilmu yang berkat untuk di bawa pulang ke tanah air tercinta Malaysia. menyuburkan nilai-nilai agama dalam diri masyarakat sehinggalah dapat melahirkan ummah Islam yang sejati.

'macam mana aku nak sedarkan mereka tentang matlamat hidup kita ni,' bisik hati.
saya yang kemudiannya minta diri dari kumpulak borak tu. hendak menyediakan air dan makanan-makanan yang masih tersimpan baki di dapur yang usang itu. sambil mencari idea untuk menyentuh hati-hati mereka dengan sentuhan keimanan.

saya percaya bahawa mereka sangat dahagakan cinta, sebab itu mereka terus cari dan mencari dan mencipta cinta dalam hidup mereka. malangnya cinta yang mereka temukan itu tidak membawa mereka merasai kenikmatan iman, dekat kepada Tuhan pastinya lebih jauh.


'Ya Allah,bantulah aku dalam kembara dakwah hambaMu ini. ku pohon agar kau sinarkan cahaya iman ke dalam hati-hati kami ini ya Allah. bimbinglah kami ya Allah.'

"jemput makan semua, kalau hampa tak keberatan, malam ni tidur lah kat bilik ana ni".saya cuba meraikan sebaik mungkin teman-teman saya. hammad, khaiyar dan mahmud hanya tersenyum.

itulah yang Islam anjurkan. saya percaya mereka sangat selesa tidur di sini. boleh dikatakan hampir setiap hari paling kurang dua kali setiap hari, bilik akan saya kemaskan. sampah sangat susah hendak dijumpai di sana sini, tilam, meja belajar, susunan bilik serta kitab-kitab yang sudah hampir mencecah satu almari yang tanpa pintu sentiasa saya pastikan dalam keadaan kemas dan tersusun. sangat selesa!

teringat akan pesan Nabi. 'kebersihan itu sebahagian daripada iman'.

tahukah bahawa kekemasan, teratur juga adalah termasuk dalam ciri-ciri kebersihan yang dianjurkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. buktikanlah dengan amalan dan perbuatan, bukan hanya dilihat hebat dan lantang dalam percakapan.

pernah juga hati berbisik. 'kalau mak, ayah, kakak, abang tengok diri adik di sini pastinya sujuk syukur!'
segala nikmat semua datangnya dari Allah. berkat bumi Syam juga.


pelawaan saya disambut baik oleh mereka. sudah menjadi hak tetamu untuk dilayan oleh tuan rumah selama tiga hari. itulah yang telah termaktub dalam hadis Nabi صلى الله عليه وسلم.

'nak tegur ke tidak? nak ke tak? kalau nak tegur macam mana caranya?' masih berperang dengan diri sendiri.

apa itu hikmah? bagaimana dikatakan sesuatu cara itu berhikmah?

hikmah itu sesuatu yang dapat memberi kesan di hati seseorang itu. bagaimana caranya?
lihat kepada mad'u tersebut. jika dengan teguran kasar dia boleh berubah. maka kasar itu boleh jadi cara yang berhikmah.
jika teguran dengan hanya melalui kata-kata seseorang itu mampu berubah, maka itulah cari yang berhikmah baginya.

itu adalah satu skrip senario yang sering kita dengar dalam usrah, warta-warta dari handout program dan sebagainya.


percayalah, itu bukan langkah pertama dan utama dalam usaha kita hendak menyebarkan dakwah. binalah jambatan dahulu supaya ada silah perhubungan dengannya dahulu. kemudian baru kita boleh menyeberang ke sempadan mad'u kita.

saya tertarik dengan kata-kata Stephen R. Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective people menyebut,

'sit to inderstand then you be understood'

fahami dahulu mad'u, kemudian barulah mencari cara yang paling berhikmah untuknya.

dalam berdakwah saya menanam satu prinsip.
"menjadikan kehidupan mad'u sebagai wasilah!"

oleh kerana melihat sahabat-sahabat saya masih seronok bersembang dengan topik itu. saya mengambil keputusan untuk membiarkan seketika waktu. bimbang mereka akan terganggu dan rasa tidak selesa dengan saya.

akhirnya saya ambil keputusan yang paling mudah dan indah. harapnya macam tu lah.

apabila kami hendak tidur, saya hanya berpesan satu perkara.

"malam ni sebelum kita tidur, apakata kita istghfar dalam sedetik dua. bukan apa. mana nak pi tau kot-kot mati satg tak dan nak tobat kat Allah. jenuh lah kita. biaq buang habis hat lagha-lagha yang dok sembang tadi."

"hat kita dok sembang tadi 'jodoh' yang tak pasti. la ni jodoh yang pasti dok depan dah(mati). sama-sama muhasabah diri sebelum kita tidur malam ni. hehe ". diakhiri  dengan seyum tawa oleh teman yang lain. lega rasanya. menarik rambut dalam tepung.

Alhamdulillah...

akram afifi,
Aqabah, Jordan.

Thursday, 17 January 2013

belajar menghargai masa


puas mencari masa untuk menulis blog, mencipta karya-karya sendiri untuk di simpan menjadi koleksi peribadi. berlatih menulis dalam mengasah 'senjata' ummat masa kini. 'wahyu' zaman moden.

hendak dikatakan sibuk dengan jawatan dan hambatan tugasan tu, tidaklah. Namun amanah saya ke sini yang menjadi sebab utama, tuntutan dan tanggungjawab yang membuatkan saya terpaksa mengejar masa!

semua itu sebenarnya membuatkan saya lebih mengenal erti nilainya sebuah 'masa' dan nilainya di alam remaja. nilai akal dan kesihatan yang Allah berikan.

saya percaya bahawa setitik dakwat mampu membuatkan jutaan ummah berfikir. berbekalkan akal yang sihat, iman yang kuat. titik-titik dakwat itu menyeru insan-insan di luar sana kembali dekat kepada Allah.

sering juga hati berbisik, 'tulisan ko bukannya baik pun, kadang-kadang boring je orang baca. so, apa faedahnya ko menulis. lebih baik buat kerja lain. tak payah lah nak menulis-menulis ni.'

tak henti-henti syaitan berbisik-bisik. hendak berputus asa dalam 'dakwahnya' pastinya tidak sama sekali.

namun cebisan-cebisan iman tegas mengatakan pada syaitan. 'ya. memang aku tidak pandai menulis, tidak ada yang istimewanya pada tulisanku. namun ku hanya harap satu. seandainya pada saat timbangan di padang mahsyar nanti tiada apa yang ada lagi untuk dikira sebagai amal kebajikan, untuk dihamparkan kepada Allah. ku harap, tulisan-tulisan inilah yang menjadi saksi dan bukti sebagai amal kebajikanku di dunia. bukti aku cuba menjadi sebaik-baik hambaNya.'

bisikan itu akhirnya dapat ku lemparkan jauh-jauh dari hati. gembira bukan main lagi kerana syaitan terpaksa tunduk pada imanku pada sekian kalinya. ku panjatkan berbanyak-banyak syukur kepada Allah. Alhamdulillah...

kalau tak sempat nak buka blog untuk menulis. handphone lah jadi  mangsanya. kalau ada apa-apa perkongsian yang mahu di kongsikan, saya akan tulis di memo handphone dahulu, kemudian baru copy masuk ke blog.

"kewajipan dan tanggungjawab melebih melebihi masa yang ana". kata Imam Hassan al-Banna.

masa itu pasti akan terus berlalu. sewajarnya manusia harus belajar bagaimana menghargai masa. masa tidak akan mencipta anda untuk menjadi siapa tetapi andalah yang harus mencipta diri anda sendiri dengan masa yang ada.

berkat bumi Syam, menuntut saya untuk lebih berdikari dan mengajar saya liku-liku dan cabaran dalam kehidupan. moga-moga pulangnya nanti dapat menjadi amilin kepada agama dan dapat berbakti kepada ummat di tanah air. ~ dan juga keluarga!

ameen ya Rabb...

mak ayah, adik cuba tunaikan dengan sebaiknya amanah dan amanat ummi dan abi pada adik, insha Allah!
doakan !

akram afifi
Mu'tah Jordan.